Dewi Rahayu (13 141 277)
5G
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas
Ilmu Pendidikan
|
Pentingnya Pendidikan Karakter pada Anak
Karakter merupakan
etika yang berkaitan dengan tingkah laku dan sikap seseorang. Proses
pengembangan pendidikan karakter harus dimulai sejak dini agar anak dapat
memiliki landasan yang kuat mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang
tidak seharusnya dilakukan. Pendidikan karakter pada anak yang efektif adalah
pada saat anak berumur 5-11 tahun. Masa ini menjadi masa keemasan bagi anak
dalam mengembangkan karakter pribadinya. Oleh karena itu, orang tua dan guru
harus memanfaatkan waktu ini untuk menanamkan karakter-karakter baik pada anak.
Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini
hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup
Bangsa ini.
Pilar-pilar
pendidikan karakter anak didasarkan pada nilai-nilai etis, yaitu bahwa setiap
orang bisa menyetujui sistem nilai yang tidak mengandung unsur politis, bias
budaya, maupun religius. Hal yang dapat dilakukan untuk membantu siswa mengenal
pendidikan karakter sekaligus memahami mengenai pilar pendidikan karakter dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Pendidikan
karakter, pertama adalah mengenai kepercayaan (trustworthiness). Nilai ini
dapat ditanamkan pada anak dengan membiasakan berperilaku jujur, tidak boleh
menipu, menjiplak atau pun mencuri. Agen penyalur pendidikan karakter harus
mampu mengajari siswa untuk menjadi handal, yaitu melakukan apa yang diucapkan,
memiliki mental untuk melakukan hal yang benar, serta membangun reputasi yang
baik dan patuh. Nilai kepercayaan ini haruslah ditanamkan pada diri sendiri,
keluarga, teman, maupun bangsa. kedua adalah respect (menghargai). Anak-anak
harus diajari bagaimana bersikap toleran kepada perbedaan, selalu memperhatikan
sopan santun, mempertimbangkan perasaan orang lain, dan menghargai sesama.
Selanjutnya adalah
tanggung jawab. Anak-anak harus dibekali rasa tanggung jawab yang tinggi, yaitu
dengan menguasai kontrol pada diri sendiri, berpikir sebelum bertindak,
mempertimbangkan segala konsekuensi atas tindakannya, serta berani menanggung
apa pun akibat yang telah dilakukan. Selanjutnya anak harus ditanamkan rasa
peduli terhadap sesama, mampu bersikap adil, serta memiliki rasa cinta tanah
air yang sangat tinggi.
Ada tiga faktor
yang sangat penting dalam proses pembentukan karkter anak yaitu faktor
pendidikan (sekolah), lingkungan masyarakat, dan lingkungan keluarga.
1.
Di
Sekolah
Dalam
lingkungan sekolah seorang figur yang berperan penting dalam pembentukan
karakter seorang anak adalah guru. Guru merupakan salah satu komponen yang
vital dalam proses pendidikan. Hal tersebut dikarenakan proses pendidikan tanpa
adanya guru akan menghasilkan hasil yang tidak maksimal. Fungsi guru bukan
hanya sekedar tenaga pengajar tetapi juga merupakan tenaga pendidik. Mendidik
dalam moral dan kualitas peserta didiknya.
2.
Di
Lingkungan Masyarakat
Lingkungan
adalah salah satu tempat yang menentukan proses pembentukan karakter diri
seseorang. Lingkungan yang positif bisa membentuk diri seseorang menjadi
pribadi berkarakter positif, sebaliknya lingkungan yang negatif dan tidak sehat
bisa membentuk pribadi yang negatif pula. Lingkungan yang berkarakter sangatlah
penting bagi perkembangan individu.
3.
Di
dalam Keluarga
Dalam
keluarga yang berperan penting dalam proses pembentukan karakter pada anak
adalah orang tua dan yang paling dominan adalah ayah atau kepala keluarga yang
berkewajiban mempin dalam suatu keluarga. Dalam kehidupan keluarga kita harus
membiasakan menerapkan nilai-nilai kebiaasaan-kebiasaan positif yang pada
akhirnya akan diteruskan oleh si anak pada lingkungan sosial yang lebih besar,
yakni di sekolah dan masyarakat. Saling tolong-menolong sesama anggota
keluarga. Membiasakan anak mengeksplor dirinya. Memberi kesempatan pada anak
untuk mengambil keputusan untuk dirinya.
Theodore Roosevelt
mengatakan “To educate a person in mind and not in morals is to educate a
menace to society.” Artinya, mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan
bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat.
Jadi, pendidikan
karakter pada anak sangatlah penting karena untuk mempersiapkan persaingan di
era yang lebih maju. Pilar-pilar pendidikan karakter anak didasarkan pada
nilai-nilai etis, yaitu bahwa setiap orang bisa menyetujui sistem nilai yang
tidak mengandung unsur politis, bias budaya, maupun religius. Proses yang
sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak yaitu di Sekolah, di Lingkungan
masyarakat dan yang terpenting di dalam keluarga.